Tidak terasa hanya tinggal hitungan hari, event PORA 2018, hampir sampai pada waktunya. Ini menyadarkan tiap-tiap atlet yang akan bertanding pada event itu, segera semakin serius untuk mempersiapkan dirinya dengan latihan yang maksimal. Memastikan kesiapan mental dan fisiknya untuk bertanding untuk menjadi juara sebagai pencapainnya. Begitu juga aku, sadar akan event yang hanya dilaksanakan empat tahun sekali. Event ini membuatku menjadikannya salah satu prioritas untuk ku capai. Meskipun begitu banyak halangan dan tantangannya, akan tetapi aku ingin menjalaninya hanya karena Allah azzawajalla dan bukan karena nafsu belaka. Bagaimanapun, jika kembali menjejaki cerita yang dulu saat cidera dalam bertanding karate di tahun 2012, ini membuat Ibu ku begitu trauma. Bahkan aku pun tak sanggup membayangkan pengorbanan Ibu ku saat mendampingi aku untuk melewati proses penyembuhannya. Begitu banyak air mata dan penuh duka karena semua itu hanya aku dan keluarga ku yang menanggung sendi...